Laman

Jumat, 02 Desember 2011

27 Tahun

livinginmycity.blogspot.com
Ahlan wa sahlan ya Wildan. Barakallahu fi umrik. Selamat datang kuucapkan di tapal usiamu yang makin mengabsahkan tuntutan kedewasaan baru. Kini kau seharusnya kian matang dan semakin tangguh menghadapi kehidupan. Maka bersiaplah. Akan banyak persoalan baru menanti di hadapanmu yang tak mungkin lagi kau sikapi dengan kepala batu apalagi sok tahu.
            Tersenyumlah wahai makhluk Tuhan Yang Maha Pengasih dan Penyayang. Semoga engkau senantiasa berada dalam lindungan-Nya. Dilingkupi rahmat-Nya. Dibukakan pintu pengetahuan-Nya. Dibimbing dalam petunjuk-Nya.  Diberi percik kekuatan-Nya. Dijauhkan dari murka-Nya. Dan kian dekat dengan jalan kebahagiaan yang sesungguhnya.

           27 tahun usiamu kini. Maka ingatlah selalu bilangan itu sepanjang tahun ke depan yang kadang akan tampak murung. Esok, mungkin akan ada amarah yang sulit dibendung. Boleh jadi ada rasa sakit dan kecewa yang tak urung membuatmu murung. Ada beturan yang membuatmu limbung. Bila saat itu datang, ingatlah bekal usiamu itu. Di sana ada cerita tentang sosok yang sudah pernah mengalami itu namun ia selalu mampu kembali bangkit dan bangun. Ingatlah tubuh kurusnya yang terus melawan tiap ajakan rujuk pada kelemahan. Dengan tubuh itu ia kangkangi gunung. Dengan tungkai kakinya yang kecil ia tempuh jarak tak kepalang tanggung. Bukankan ia bahkan pernah taklukkan beberapa tubuh kekar bak pendekar dalam sebuah pertarungan fisik hingga sulit dinalar.
             Lalu pikiranmu. Jika suatu hari nanti ia buntu. Ingatlah kembali sosok yang telah melampaui 27 tahun itu. Sudah banyak masalah ia pecahkan. Beragam persoalan tunduk dihadapan. Ingatlah ia yang pikirannya masih terus menolak kerangkeng dari lingkungan. Selalu ingin terbang menggapai kepahaman. Bagaikan kanak-kanak tak pernah diam, tabah bertanya hingga batin terpuaskan.
           Wildan, sosok itu dirimu yang bertutur tepat di hadapanmu. Ada pelajaran dari jatuh bangunnya selama ini. Dan itu adalah bekal perjalanan menapaki hari-hari selanjutnya. Lihatlah matanya yang penuh harap agar kelak engkau semakin bijak dalam kehendak. Sebab pikiran semakin mampu menangkap keutuhan dari Yang Maha Berkehendak. Maka tak layak keluh terucap. Apalagi larut dalam kenangan akan nasib yang belum juga bersua dengan harap.
                Wahai lelaki yang selalu merasa salah tempat. Mulailah terima ajakan damai dengan dirimu sendiri. Syukurilah anugerah Tuhanmu Yang Maha Pemurah. Yang tak pernah membiarkanmu selalu dalam keadaan duka lagi sengsara. Gapailah keikhlasanmu. Sucikanlah hatimu. Kendalikan sikapmu. Buang jauh rasa sombong lalu mulailah menapiki tangga kemuliaan yang sebenarnya.
                Wahai lelaki yang merindukan cahaya. Hilangkan kegemaranmu akan sangka. Hasratilah keyakinan lalu gapailah ia dengan ruh yang bersih dari perilaku nista. Panjatkanlah doa selalu dalam tiap usahamu agar Taufiq benar-benar membersamaimu bukan lagi sekadar nama belakangmu.
             Wahai engkau yang dahulu lebih senang berkubang dalam angan-angan. Jemputlah kebahagiaanmu dan tempuhlah jalan perjuangan penuh kewibawaan. Hargailah dirimu sendiri dengan patut sebab kau pun pantas bekeinginan dan perpeluh untuk mewujudkan. Dalam segala hal berdamailah dengan hasrat selama itu bukan sesuatu yang jahat. Percayakanlah pada akal dan nuranimu untuk memberikan nasehat agar kelak kau selamat. Berhentilah berlaku dzolim pada dirimu sendiri atas nama mashlahat bagi orang lain. Sebab itu bagian dari kesombonganmu. Yakinlah bahwa di luar sana ada sosok yang ikut berduka tiap kali kau terluka. Masih ada yang besedih dikala kau demikian ringkih. Bukalah matamu lebar-lebar untuk melihatnya, bahwa pada tiap apa yang menimpa, kau tidak pernah sendiri.
             27 tahun usiamu Dan. Mulailah berbenah dalam rencana masa depan. Tak perlu ragu mengambil keputusan yang sudah sewajarnya engkau ambil pada umurmu kini. Tentang cinta, jika perasaan itu ada pada dirimu, tak perlu engkau pendam apalagi mengingkarinya. Perasaan itu pasti ada dalam dirimu sekuat apa pun engkau menyangkalnya. Sebab engkau tumbuh dalam cinta, dan tiap detiknya kau menerima cinta. Ia ada dalam tubuh dan ruhmu. Jadi teramat wajar jika engkau merasa perlu menyalurkan cinta. Tak perlu malu dan menganggapnya tabu. Kenali saja sifatnya, lalu jika dorongan itu mantap tertuju pada makhuk Tuhan bernama perempuan, salurkanlah berdasarkan rambu-rambu yang telah ditetapkan. Salurkan dengan tepat agar tak merusak dirimu sendiri dan orang lain. Salurkan dengan apa saja yang bisa kau berikan hingga siap sempurna bertahta di pelaminan.
          Wildan. Gapailah ketenanganmu, kebahagianmu dengan terus mengharap ridho-Nya. Ambillah pelajaran dari pedoman yang telah disediakan. Contohlah mereka yang pantas dijadikan teladan. Dari uswah hasanah Nabi Muhammad shallallhualaihiwasalam, para sahabat, dan pengikutnya yang sholeh. Perkuat ibadahmu dan bersabarlah dalam ketaatanmu.
                Wildan, sekali lagi kuucapkan barakallu fi umrik. Semoga sisa usiamu sentiasa dilimpahi berkah. Dan sekarang waktunya kau mulai melangkah, bismillah…[]


Dari Wildan yang usianya telah terlampaui hari ini

Tidak ada komentar:

Posting Komentar